Cuap Cuap Dansa UI

Segala topik dansa yang ingin dibahas, tertumpah di blog ini

anggota yg pernah ikut lomba dansa

Sepanjang sejarah berdirinya DanceSport UI inilah daftar anggota yang pernah mengikuti lomba dansa:

Image3641. Kenya Puspita Wardhani Psiko ‘01 di Kejuaraan Nasional II IODI 2006 masuk semi final untuk kelas NOVICE : Cha & Jive

2. Pita lagi alias Kenya Puspita Sari di 1st International Ballroom Dancing Championship 2006 untuk kelas Pre Ameteur : Cha, Rumba, Jive

70_1
3.Ratu Nurchoiriah & Gilang Prasetio FKM’05 di Kejuaraan Daerah DKI 2007 untuk kelas One Dance: Jive. Merebut Juara 1
Cimg5267

4. Ratih Fenty Sari FH’03 di kejuaraan yang sama untuk ke las One Dance: Cha & Jive. Di Cha juara 1, di Jive juara II

5. Ratih lagi di kejuaraan Nasional III tahun 2007 berhasil sampai Second Round pada kelas Medal Test dan Novice Latin

6. Ratu, Gilang, Christina Natalia Farmasi’04 & DanielGill_keren424_1 Cahyadi’02 di kelas standard,
dan Indiarti Maispaitella FKM’04 & Ramot Stephanus Fasilkom’02 juga ikutan di kelas Medal maupun Nove namun belum berhasil

7. Ratu & Gilang + Eka Hateyaningsih & Adrian Setiawan FKM’04 mengikuti International Championship Closed Category untuk kelas Medal Test dan Novice tapi belum berhasil

8. Untuk Kejurnas 2008 ini yang akan turun ada Ratu & Gilang, Yosefin Hanna FKM’05, Pietradewi & Kiat Sutanding FMIPA’03 di kelas one dance.

beli sepatu dansa ah

Spatu_dk
Sepatu dansa bukanlah barang yang sulit dicari di

Jakarta

. Merek sepatu dansa yang popular
adalah D&K diambil dari nama
pasangan suami istri yang membuat sepatu ini. Untuk membeli sepatu ini bisa
didapat di

Gajah

 

Mada

 

Plaza

lantai dua.
Tempat mereka berjualan hanya etalase biasa tapi beragam model sepatu yang bisa
dibeli langsung maupun dipesan terlebih dahulu. Tahun 2007, sepatu latin dijual
dengan harga 450 ribu sedangkan sepatu standar 600ribu. Harga ini akan
berkurang drastis ketika mereka membuat stand di saat ada perlombaan dansa yang
sedang berlangsung.

 

Glodk

Untuk sepatu dansa yang lebih murah bisa mencari
di daerah Glodok. Lihat map diatas.
Untuk
mencapai daerah ini akan lebih mudah jika Spatu_co
menggunakan kendaraan umum dan pergi
pada akhir pekan.

Ada

dua gedung perbelanjaan yang menjual sepatu
dansa. Gedung Chandra dan Gedung Gloria. Jika menggunakan bus transjakarta,
turun di halte Glodok susuri jalan kearah jembatan Glodok sampai melihat Gedung
Pasar Glodok yang berwarna oranye. Kemudian belok kiri ke arah jalan Pancoran.
Gedung Chandra tidak jauh dari retoran A&W.

Di Chandra, toko sepatu dansa berada di lantai 2 dekat escalator TURUN.

Ada

dua toko yang menjual sepatu dansa. Di toko
pertama, Bio Rina, yang menjorok ke dalam menjual sepatu latin dengan harga rata2 120ribu
setelah ditawar. Di toko kedua yang lebih kecil dan persis di sebelah toko
pertama, menjual sepatu latin dengan harga lebih murah. (berkisar 80-90 ribu di
tahun 2008). Di toko kedua bisa menerima pesanan kalau ingin model dan ukuran
berbeda. Sementara di toko pertama tidak bisa pesan dan tidak ada sepatu pria

Selain
gedung Chandra, tepat di seberangnya ada gedung berwarna hijau dengan logo
bebek di depan nama “Gloria
”. Latin_glodok
Di Gloria menjual sepatu dansa untuk pria dgn
harga 100 ribu ga kurang. Untuk mencapai 2 sepatu toko yang menjual sepatu
dansa, naik escalator atau tangga lalu belok kanan. Dari escalator udah
keliatan tokonya. Di toko sebelah kiri sepatu lebih mahal
Standard(toko ORIA)daripada toko
disebelah kanan dan yang menyenangkan dari toko ini (toko sepatu
“Gloria”), dijual sepatu standard & untuk line dance

Selain Glodok, sepatu dansa bisa dibeli di
Pasa
Latin_ps_barur Baru. Ada 10 pasang sepatu dansa latin untuk cewek yang hanya dijual di
toko

Toronto

atau

Canada

. Sepatu di Pasar Baru
memiliki alas sepatu yang lebih tebal daripada yang di Glodok namun harga
berkisar 180 sampai 250
ribu dan tidak bisa ditawar. Jika di glodok menjual sepatu dengan merek D&D maka di Pasar Baru merek yang dijual adalah Sensual

2006 NUVO International Dancesport Championship di mata Wadi

Ini kisah Wadi waktu dia ikutan Nuvo Dancesport Championship yg dia tulis di blog nya, lucu juga:

Ya, jadi kmrn, tgl 27 Nov 2006 kmrndi Ballroom Hotel Mulia Jakarta, acara tersebut telah dilangsungkan. 10 pasang anak UI (termasuk gw) mendapat kesempatan untuk jadi pengisi acara dan nonton pertandingan skala internasional tersebut. Komentar umum, LUAR BIASA. Untung banget diajak buat ngisi acara, jadi ga perlu bayar tiket masuk ke sana. Harga tiketnya 400rb/org. Weks…mahal abiz. tp ya sebenernya sih pantes untuk melihat secara live acara yg muantab seperti itu.

gw cerita tentang anak2 UI aja ya. kalo berita lombanya nanti dicari di koran. wkwkwkwk…

ya, berangkat dari UI jam 14.30 naik bus kuning AC. Di dalam bus, beberapa ce terlihat saling men-cepol (apa bahasa indonya ya?) rambut. perjalanan yang diiringi hujan tidak terlalu lebat diisi dengan canda tawa para penumpang. Dan akhirnya sampai di Mulia jam 16.00. para pria mulai ganti2 baju dengan baju lengan panjang, kerah tinggi, dan … ketat. (untung gw jaring2 or belah sana sini)

Jam 17.30, dapet giliran buat GR. hasilnya… ya, lumayan… lumayan banyak yg salah, termasuk gw.wakakaka..alesan utama, lantai dansanya licin. 2 menit, GR selesai. GR dilanjutkan dengan penampilan dari anak2 sd (mayoritas sd al-azhar) yang melakukan tari saman (sebenarnya tarian saman yg disederhanakan, red).

Lalu kami diminta menunggu karena baru tampil jam 19.45. Ternyata, acara tersebut dibuka untuk umum mulai dari pukul 19.30. Padahal pertandingan telah dimulai dari siang. Jadi, ketika penonton datang, yang tersisa adalah pertandingan dari tingkat semifinal. Nah, selama menunggu, pertandingan masih berlangsung. Ada pertandingan latin junior, profesional, dll. 1 hal lagi yg gw baru tau kmrn malam adalah ternyata atlet indonesia blm bisa bertanding dalam kelas yg sama dengan para atlet dunia. Alasannya adalah Indonesia tergolong negara yg masih muda dalam dunia dansa sehingga blm memiliki atlit yang berstandar dunia (dalam hal teknik, style, speed, dan power). Alhasil dalam pertandingan kmrn, ada pertandingan khusus indonesia, dan ada pertandingan kelas dunia (non-indo). Sedih juga sih mikirin bahwa atlit negara kita blm dapet pengakuan dunia. Tp gw yakin, dalam bbrp tahun ke depan, atlet kita bisa masuk koq ke jajaran kelas dunia. Maju terus berjuang…

Ya, lanjut…
Jam 19.30 acara mulai dibuka. Pertandingan dihentikan sementara untuk upacara pembukan dan beberapa pertunjukan pembuka. Jreng…anak UI masuk berdansa. Hehe…jadi malu. teknik dansanya masih kalah sama pedansa anak2 yg ikutan pertandingan. Tp ga apa2. ini kan salah satu bentuk nyata program IODI memasyarakatkan dansa. mungkin penonton pikir, “koq ada pedansa yg masih di tingkat rendah gini disuruh jadi pembuka acara ya?” hahaha… ya, 2 menit dansa menyelesaikan semua tugas yg dipersiapkan selama 1 bulan. komentar dari pelatih dan beberapa temannya adalah “ya, cukup bagus untuk ukuran pemula. apalagi persiapan 1 bulan. cukup rapi… nanti latihan lagi ya…” komentar yg sangat diplomatis. tp seneng juga, ga ancur2 amat. Setelah tampil, kita diijinkan untuk menonton, walau harus berdiri atau duduk di lantai.

Acara dilanjutkan dengan opening ceremony. Para atlet berbaris sambil membawa papan nama negaranya. Ga tau ya, apakah 20an negara itu udah tergolong banyak atau belum. yg pasti sih, orangnya banyak. Ada beberapa pasang atlet yg sejak awal sudah menjadi perhatian penonton, yaitu pasangan dansa dari Italy, Polandia, Bulgaria, dan Jepang. Knp menarik? Pedansa pria dari Italy dan Polandia, katanya ce2, ganteng berat… dengan baju yg memamerkan otot dan dada (hueks…) dengan tinggi dan postur badan yang indah (hueks lagi…) Nah, kalo dari Jepang dan Bulgaria, kebalikannya. Pedansa wanitanya RUARRRRRR BIASAAAAA (cantiknya, bodynya, dan tentunya GOYANGANnya donk…) Kontingan terbanyak dari China (dipecah jadi 3 kelompok, Hongkong, Macao, dan China) dan Indonesia. China ternyata telah banyak menghasilkan atlet yg berkualitas. Juara Blackpool, juara latin formation, dll. Perlu diakui memang luar biasa kualitasnya.

Setelah opening ceremony, pertandingan mulai dilanjutkan. Pertandingan semifinal sudah menunggu. Kurang lebih 12 pasang pada setiap kelas. Hohoho… mata jgn berkedip nontonnya. rugi… pedansa ballroom tampil dengan anggun. gaunnya bikin ce2 ngiler kayanya. pedansa latin tampil HOT. so d*** HOT. bajunya…ekspresi mukanya, gayanya… weh, bikin lemes… hihihihi… Diantara pertandingannya kadang2 ada selingan. Salah satunya penampilan dari pemenang latin formation dari China. Fotonya liat di sini nih.

Akhirnya, gw pulang jam 11 malem. acaranya tinggal pemberian piala kepada pemenang, tp berhubung udah kemaleman, dan ada beberapa temen yg kosnya bakal udah dikunci kalo ga pulang juga, maka akhirnya gw pulang.

sayang di postingan ini gw blm punya foto2nya. blm dikasih ama temen. hihihi… kalo ada nanti menyusul deh.

inti dari postingan ini adalah: Indonesia telah memulai usaha untuk memasyarakatkan dansa di Indonesia dan mulai berjuang ke tingkat dunia. Pertandingan dansa sangat menarik untuk disaksikan. Jgn berpikir kotor dulu ya. Menarik di sini dalam arti memang memiliki kualitas yang olahraga yang baik. Penuh energi, penuh gaya, perlu konsentrasi tinggi dan komunikasi yg baik antar pasangan, dan yang pasti, dansa yang sehat dan benar dilandasi dengan etika dan moral yang baik, bukan asal peluk dan goyang2.

iklan: ayo ikutan olah raga dansa di tempat2 terdekat dengan anda.
Di UI bakal ada lagi loh kegiatan kerjasama IODI dan UI. mungkin mulai februari nanti. Untuk para mahasiswa UI, ayo ikutan. Tertutup untuk masyarakat umum. hihihi…

Dansa UI selama 2 th ini

Sampai saat ini Dansa UI sudah beberapa kali tampil di kegiatan penting Dansa Indonesia. 2 bulan setelah Dansa UI terbentuk, Dansa UI tampil di kejuaraan tingkat Nasional II di Tenis Indoor Senayan. Sebanyak 42 pasang tampil disana. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 27 November 2006,  Dansa UI kembali tampil di NUVO International Dancesport 2006 dengan mengirimkan 10 pasang pedansa. Acara ini sendiri digelar di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan.

Di tahun 2007, Dansa UI mulai mengikuti perlombaan dansa di Jakarta. Yang pertama adalah kejuaraan Daerah III DKI Jaya pada tanggal 1 Juni di Lion Air Tower-Gajah Mada. Saat itu, 3 mahasiswa memenangkan kejuaraan di kelas Begineers. Ratu Nurchoiriah dan M Gilang Prasetiyo merebut juara 1 Jive dan Juara 4 Cha cha, sedangkan Ratih Fenty Sari dari Fakultas Hukum memenangkan juara 1 untuk rumba, cha cha cha, dan jive.

Di tahun yang sama, 7 mahasiswa diantaranya adalah Ratu, Gilang, Ratih, Christina, Daniel Cahyadi, Indi, dan Ramot, mengikuti lomba kejuarKjurnas_bsamoaan Nasional III di hotel Sahid dan 18 mahasiswa menampilkan cha cha, rumba, jive, dan paso doble. Akhir tahun 2007, tepatnya 1 Desember, 5 mahasiswa UI kembali turun di kejuaraan International Ikatan Olahraga Dansa Indonesia di Lion Air Tower. Ratu, Gilang, dan Safrini turun di kelas Novice, sedangkan Eka dan Adrian di Medal Test